Saudaraku, pernahkah terbayang oleh kita bagaimana jika Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪﻭﺗﻌﺎﻟﻰ langsung menjatuhkan balasan atas setiap maksiat yang kita lakukan? Sekali mata kita bermaksiat dengan melihat yang bukan haknya, misalnya Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪﻭﺗﻌﺎﻟﻰ langsung ambil kemampuan penglihatan kita. Jika demikian, tentu akan banyak manusia di dunia ini yang mengalami tuna netra. Belum dengan maksiat-maksiat lain yang dilakukan oleh anggota tubuh lainnya.
Namun, Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪﻭﺗﻌﺎﻟﻰ tidak demikian. Mengapa? Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪﻭﺗﻌﺎﻟﻰ menyembunyikan dahulu atau menunda balasan-Nya untuk memberikan kita kesempatan bertaubat. Padahal kalau Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪﻭﺗﻌﺎﻟﻰ mau hitung-hitungan, tentu kita ini sudah hancur sejak dahulu disebabkan kemaksiatan yang kita lakukan. Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪﻭﺗﻌﺎﻟﻰ menyembunyikan dahulu balasan-Nya supaya kita tidak putus asa terhadap rohmat-Nya.
Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪﻭﺗﻌﺎﻟﻰ juga menyembunyikan keridhoan-Nya atas ketaatan yang dilakukan hamba-Nya. Mengapa? Karena kalau langsung dan selalu Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪﻭﺗﻌﺎﻟﻰ tampakkan, maka seorang hamba akan mudah untuk ‘ujub dan takabur.
Ada seekor kecoa yang jatuh terlentang sehingga ia tidak bisa berjalan, kemudian kita melihatnya dan membantu dia membalikkan badannya sehingga ia bisa berjalan lagi. Apakah Allahﺳﺒﺤﺎﻧﻪﻭﺗﻌﺎﻟﻰ melihat apa yang kita lakukan itu? Tentu saja melihat. Dan, jika Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ridho, maka amal yang sekilas nampak remeh itu bisa bernilai sangat besar di hadapan Alloh ﺳﺒﺤﺎﻧﻪﻭﺗﻌﺎﻟﻰ.
Ada seorang tua yang kesulitan menyebrang jalan, lalu kita membantunya. Ada orang kebingungan mobilnya mogok, lalu kita bantu mendorongnya. Pasti Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪﻭﺗﻌﺎﻟﻰ mengetahui dan menyaksikan itu semua. Namun, Alloh sembunyikan keridhoan-Nya, Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪﻭﺗﻌﺎﻟﻰ sembunyikan balasan kebaikan untuk kita saat itu, supaya kita terus termotivasi untuk beramal sholeh sekalipun amal tersebut nampak kecil di mata kita. Karena amal yang kecil itu bisa bernilai besar dalam pandangan Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪﻭﺗﻌﺎﻟﻰ.
Mengapa Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪﻭﺗﻌﺎﻟﻰ sembunyikan Lailatul Qodardi sepuluh hari terakhir bulan Romadhon? Supaya ikhtiar kita sempurna dalam beramal dan beribadah di sepuluh hari terakhir. Bayangkan jika sudah diberitahu malam pastiLailatul Qodar, bisa jadi kita tidak maksimal beribadah di malam-malam sebelumnya.
Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪﻭﺗﻌﺎﻟﻰ juga menyembunyikan saat-saat mustajab doa di hari Jumat, supaya kita terus mengisi detik-demi detik pada hari tersebut dengan niat, ucapan dan perbuatan terbaik. Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪﻭﺗﻌﺎﻟﻰ juga menyembunyikan kapan saat kematian kita, supaya setiap saat setiap waktu kita mawas diri menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan mengisi waktu dengan ibadah karena kita yakin bahwa Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪﻭﺗﻌﺎﻟﻰ bisa mencabut nyawa kita kapan saja dan di mana saja.
Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪﻭﺗﻌﺎﻟﻰ berfirman, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr [103] : 1-3)
Oleh karena itu saudaraku, begitu Maha Pemurah Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪﻭﺗﻌﺎﻟﻰ menyembunyikan dahulu hukuman atas dosa kita, supaya kita bersegera memohon ampun dan bertaubat. Demikian juga Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪﻭﺗﻌﺎﻟﻰ menyembunyikan keridhoan-Nya agar kita terus semangat beribadah dan beramal sholeh. Semoga kita senantiasa mampu memaksimalkan kesempatan hidup kita di dunia dengan amal perbuatan yang Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ridhoi. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin[]
Dari www.smstauhid.com,ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
With edited.
With edited.

No komentar yet. Add your komentar now!
Post a Comment